4 Kesalahan dalam Menggunakan Lampu Hazard yang sudah Biasa

1562 views

4 Kesalahan dalam Menggunakan Lampu Hazard yang sudah Biasa. Lampu Hazard adalah lampu tanda darurat namun orang sudah biasa menyalah gunakan fungsi lampu ini. Menurut fungsinya, mengaktifasi lampu ini akan membuat lampu sein kanan dan kiri berkedip bersamaan dan mengindikasikan bahwa adanya hal darurat atau hati-hati pada pengemudi yang lain.

4 Kesalahan dalam Menggunakan Lampu Hazard yang sudah Biasa

4 Kesalahan dalam Menggunakan Lampu Hazard yang sudah Biasa

Hal tersebut juga diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ (Lalulintas dan Angkutan Jalan), Pasal 121 ayat 1 mengenai kewajiban pengemudi kendaraan bermotor untuk memasang segitiga pengaman, lampu penanda bahaya, atau memberikan isyarat lain saat berhenti dalam kondisi darurat di jalan.

Aneh memang, para pengendara kerap kali menyalah gunakan fungsional dari lampu ini. Saking seringnya disalah gunakan, penyalaan lampu ini menjadi biasa. Berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam menggunakan lampu hazard :

  1. Menyalakan saat hujan
    Mungkin fungsinya baik, menandakan bahwa ada kendaraan yang akan melintas saat kondisi pandangan terhalang oleh hujan. Ketika lampu Hazard dinyalakan, secara otomatis lampu sein tidak akan berfungsi karena tertutup oleh hazard. Belum lagi ada kemungkinan dapat membuat bingung pengemudi di belakang.
    Cukup anda menggunakan lampu kabut atau Foglamp, maupun lampu utama (Headlamp) agar posisi kendaraan diketahui oleh pengendara dari jalur lain.
  2. Wilayah Berkabut
    Banyak juga pengendara mobil yang menyalakan lampu darurat saat memasuki wilayah berkabut. Lebih dianjurkan untuk menyalakan foglamp atau lampu kabut sendiri saat memasuki wilayah berkabut. Bisa juga menyalakan headlamp. Untuk lampu kabut sendiri jangan menggunakan yang memiliki derajat kelvin lebih besar, karena semakin besar derajat kelvin akan tidak terlihat saat kabut.
  3. Masuk Terowongan
    Memasuki terowongan gelap kerap kali orang menyalakan lampu hazard, dengan menyalakan lampu utama saja sudah cukup untuk memberitahukan posisi mobil pada pengendara lain yang berada di depan atau belakang.
  4. Lurus di Persimpangan jalan
    Sein digunakan sebagai indikator bahwa kendaraan akan belok ke kiri atau kanan. Namun kendaraan beroda empat, sering dijumpai mereka yang menggunakan lampu darurat di persimpangan sebagai tanda kalau mereka hendak bergerak lurus ke depan. Tidak perlu menggunakan lampu darurat bila ingin melaju lurus ke depan saat melewati persimpangan.

Mari kita budayakan keselamatan dan ketertiban dalam berkendara. Agar tidak membingungkan pengendara lain yang sedang melaju, namun tetap hati-hati saat menggunakan kendaraan anda. Begitulah posting 4 Kesalahan dalam Menggunakan Lampu Hazard yang sudah Biasa

 

Tags: #cara menggunakan lampu hazard yang benar #hazard #kesalahan menggunakan lampu hazard #lampu darurat #lampu hazard